Sabtu, 04 Juli 2009

Bandung dalam 25.5 jam



Jakarta to :


  • Gedung Sate
  • Museum Geologi
  • Museum Perangko
  • Yoghurt Cisangkuy
  • Roemah Nenek Resto
  • UNKL347 ('accident' shopping)
  • Taman Lalu Lintas
  • Museum Asia Afrika
  • Jalan Braga
  • Toko Coklat
  • Warung Lela
  • Congo
  • Common Room - Tobucil
  • Toko You...
and back to Jakarta, semua dikunjungi dalam rentang waktu 05.27- 01.30

Berawal dari kejenuhan yang tiba-tiba melanda, saat bosan kena macet di tol dalam kota Jakarta, saya nyaris membelokkan mobil ke arah Bandung, tapi saya tidak se-nekat itu karena masih teringat dengan janji meeting dengan E.O. dan supplier merchandise. Tapi sepanjang hari saya terus kepikiran, ingin sekali rasanya 'kabur' sejenak ke Bandung. Akhirnya saya DM si Imam (lightmamz.blogspot.com), "gue mau ambil cuti mendadak hari jum'at, ke Bandung yuk, but nothing fancy ya, gue ga bawa mobil, kita ngangkot aja, liat-liat museum aja sm wisata kuliner"

and that's how the IT Team journey to Bandung started (IT = ImamTreidy...hahakakak agak norak yeee...)

Saya menghabiskan beberapa jam sehari untuk browsing dan membedah googlemaps supaya wisata spontan ini terencana dg cukup baik.
Sayang sekali beberapa teman yang saya ajak kurang meminati rencana dadakan ini, mungkin karena kesibukan.
Saya sendiri excited sekali, entah kenapa padahal cuma ke Bandung 'doang' hehiehiehi, mungkin karena moment-nya tepat. dan experience-nya (naik kreta, mengunjungi museum, "ngangkot", jalan kaki...turis bgt!) Setelah menghitung-hitung, saya mengalokasikan Rp 300ribu saja utk perjalanan ini (menjadi 2 kali lipat jumlahnya sbg cadanga --> tips ini dari Suze Orman, seorang ahli keuangan, "always prepare double the amount of money u're going to spend on a holiday -its so true)


Transportasi

Tadinya kita berpikir untuk naik travel, tapi ide untuk naik kereta kyknya seru bgt, so we decided to take the train - Parahyangan, kelas bisnis, biar berasa petualangannya hahaha.
Tiketnya beli lewat call centre PT Kereta Api, untuk jadwal keberangkatan bisa dilihat disini. Gampang kok tinggal telfon, trus transfer uangnya, dan tukar tiketnya minimal 1 jam sebelum keberangkatan, berhubung kereta kita berangkatnya jam 05.27, bukti transfernya harus ditukar dengan tiket 1 hari sebelumnya. harap diingat tidak bisa transfer melalui atm BCA. (cuma Mandiri, BII, Lippo, Niaga, Danamon kalo gak salah) click here if you want to know more.

Selama di Bandung kami mengandalkan angkot, serta kaki kami sendiri, setiap berpindah tempat, bahkan kaki imam yang baru saja dioperasi kecil mengayun dengan semangatnya saat dibutuhkan. Untuk naik ke atas bukit Dago pun kami mengandalkan ojek yang memang sangat bisa diandalkan...!



05.27
Setasiun Djatinegara

What happened?
Saya nyaris ketinggalan kereta! Berangkat ke stasiun Jatinegara dari rumah di Klender, saya naik metromini yang cuma menghabiskan Rp. 2000. Tapi karena masih subuh, Metromini ini jalannya siput sekali. Imam sempat menelpon, dia sudah di stasiun. Sampai stasiun jam saya menunjukkan pukul 05.30, jadilah saya berlari-lari menuju peron dan langsung naik ke kereta Parahyangan. 10 detik detik kemudian kereta pun berjalan...Imam menelpon saya dengan suara panik "dimana loe? keretanya udh jalan"
that was sooo close...
Money spent?
IDR 67.5 tiket kereta
IDR 70 taksi Imam dari Pdk Labu
IDR 2 metromini Treidy

Sebenarnya sama aja sih naik travel juga ga jauh beda, tapi semangatnya kan pengen naik kreta biar bisa foto sunrise seperti ini :


08.31
Welcome to (Stasiun KA Kebon Kawung) Bandung people!

What Happened :
Sesampainya di Stasiun kami menyetop angkot Jalan Kebon Kawung, jurusannya saya lupa, tapi yg pasti kita turun di perempatan Dago dan nyambung lagi angkot yang ke Dipati Ukur, awalnya kita mencari bubur mang Oyo, tapi ternyata petunjuk dari Googlemaps ngaco, adanya bubur gak jelas gitu. Tnyata dia ada di Jl. Sulanjana. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke arah Gasibu, untuk melihat icon-nya Bandung : The Satay Building.



08.55
Gasibu Area

What's Here ?
Gedung Sate, Museum Geologi, Museum Prangko, Lapangan Gasibu, Yoghurt Cisangkuy
What Happened ?
Foto-foto...selain tidak boleh masuk, Gedung Sate memang bagus untuk difoto dari luar, hehehe.
Sebenarnya kami lapar sekali, dan sebenarnya juga ada bubur yg katanya enak di lapangan gasibu, tapi kami terlalu excited foto-foto huhuhu...
How We Get Here?
Dari Kebon Kawung :
Angkot jurusan Cisitu - Tegalega
ganti :
Angkot jurusan Dipati Ukur - Panghegar di perempatan Ir. H Juanda (Dago)
Money Spent?
IDR 8 ongkos angkot


09.15
Museum Geologi

What's Here?
Museum sejarah geologi, menampilan fossil dari saman batu, peninggalan manusia purba seperti alat-alat pertukangan, serta model kerangka DINOSAURUS...not exactly as big as we see in the movie Night at the Museum, but it's still so kool!
What Happened?
IT Team nyaris gak bisa masuk ke museum ini, karena jum'at mereka tutup. Tapi, dengan pura-pura begonya kami tetap nekat masuk ke dalam. Untungnya ada beberapa orang film crew dari stasiun TV Bandung yang mau shooting. Sepertinya orang-orang di museum tau-nya IT Team is part of those crews hahahaha...yeaay i got to c dinosaur bones!!!
How We Get Here?
By foot alias Jelong Kekong
Money Spent?
Zero




Mampir di :
Taman Lansia, yang memang banyak lansia yang sedang jogging



10.00
Museum Perangko

What's Here?
Terletak disamping gedung sate, museum ini bagian dari gedung kantor pos besar kota Bandung. Gedung dengan arsitektur yang dahsyat ini terlihat terawat, seperti baru di cat ulang. Museum perangkonya sendiri terletak di basement, dan sedikit berdebu. Isinya cukup menarik dengan koleksi perangko langka, dan benda-benda pos vintage yang sangat keren. Ada beberapa patung boneka di beberapa bagian ruangan, semua bernuansa pos!
What Happened?
We had a lot of fun with the statues, check the pics
How We Get Here?
By foot alias Jelong Kekong
Money Spent?
Zero



10.45
Yoghurt Cisangkuy

What's Here?
Sebuah rumah dengan arsitektur khas kolonial disulap menjadi toko yoghurt yang kesohor. Kata orang ada yoghurt Odise yang kental dan lebih enak, tapi yoghurt disini tidak pernah mengecewakan, tempatnya nyaman dan homey, banyak pedagang yang menjual jajanan yang enak-enak banget...
What Happened?
Kita pesen Lychee yoghurt, Sari Kelapa yoghurt, Tahu crispy yang amazing, surabi oncom keju, dan rhum ball yang nostalgic.
How We Get Here?
just across the postal office, so we went here by foot alias jelong kekong lageee
Money Spent?
IDR 35rb untuk kesemua menu diatas




12.00
Roemah Nenek Resto
Jalan Taman Cibeunying (Lintang/Bujur : -6.904401,107.624189)

What's Here?
Resto dengan konsep interior ala 'rumah nenek' yang sangat cozy, dengan sederetan menu yang lengkap dari mulai Italian food, Peranakan Belanda, Steak, sampai nasi tutug. Sebagian besar area-nya open air. Highly recommended!
What Happened?
Perfect lunch, in a nice place. Interior resto ini terlalu indah untuk dilewatkan, jadilah IT Team berpose di depan kamera dengan background gramaphone, jam antik, buffet tua, dsb.
How We Get Here?
Walking distance kok dari Cisangkuy, luruuus aja trus belok kanan...
Money Spent?
IDR 62.5 untuk Kulit Kentang, Nasi Lidah Saus Jamur, Nasi Bakar, Jus Kawista, Mineral water



12.55
UNKL347 Distro
Jl Trunojoyo 4 (Dari Riau Junction masuk dikit)

What's Here?
Jalan ini sekarang ramai dengan deretan distro-distro khas Bandung yang selalu setingkat lebih maju dalam soal taste, design, kualitas bahan, dan brand experience di store mereka. Selalu menyenangkan mampir ke sini!
What Happened?
Okay sebenarnya distro ini ada di Jakarta, dan okay, gue udh janji ga bakal boros2 selama di Bandung, tapi emang sebenarnya gue iseng2 niat, pengen tau ajaa lagi ada sale gak sih di UNKL347 yang dulu namanya 347 (three for seven)?. Eh ternyata, ada barang diskonan!, yang tadinya IT Team lagaknya sok cool, begitu tau ada yang 50ribuan, langsung serbuuu, belanja juga akhirnya di Bandung...hehehe
How We Get Here?
Naik becak boozzz, saking tukang becanya shock ngeliat badan IT Team yang geda2 nan gempal2 ini, gak mau ditawar loh dia, "15 ribu 'sep...beratttt" gitu katanya... hakakakak
Money Spent?
IDR 230 for 3pcs of t-shirts and 1 high quality sweater even massimo dutti can't trump...
IDR 15 for becak




13.30
Taman Lalu Lintas - Jl Sumatera

What's Here?
Taman yang besar dan rindang (serta old skool...), unik karena bertema-kan lalu lintas, selain taman yang besar untuk bermain anak-anak, disini juga tersedia kolam renang, bike ramp, serta kereta api dan mobil keliling...
What Happened?
IT Team sangat terkesan dengan tempat yang cukup jarang ditemui di Indonesia, sebenarnya tempat ini sangat baik untuk mengajarkan anak-anak tata cara berlalulintas yang benar sejak dini. IT team lalu mencoba naik kereta api mini dan berfoto-ria. Oh iya, disini kami bertemu dengan penjaga WC yang asik Blackberry-an lhooo...
How We Get Here?
jalan kaki dari UNKL347, ke arah hotel Grand Hyatt (waspadalah, karena cukup gempor)
Money Spent?
IDR 4 /pax for ticket
IDR 3 /pax for train tour



14.20
Museum Konferensi Asia Afrika

What's Here?
Bertempat di Gedung Merdeka yang bersejarah karena pernah digunakan untuk Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, Museum ini adalah salah satu objek wisata andalah kota Bandung. Berada di daerah kota - tua, IT Team sangat kagum dengan jalanan batu yang mengitari kompleks gedung ini. Memang macetnya ga pernah habis, tapi daerah ini sangat seksi untuk dijelajahi!
What Happened?
Imam bercengkrama dengan Mohammad Hatta
Treidy mengucap salam kepada Sir John Kotelawala yang namanya dicomot untuk dijadikan judul bluetooth ponselnya
Kami juga memberi hormat pada Bung Karno, berdiri dibawah Burung Garuda, mengibarkan Sang Saka Merah Putih! Kami berjanji akan membangun Indonesia dengan bekerja keras, dan membelanjakan uang kami untuk berwisata domestik dan membeli produk2 dalam negeri.
How We Get Here?
Dari Taman Lalin di Jl Sumatera, naik angkot Jurusan Dago - Abdul Muis
berhenti di perempatan Jl Asia Afrika menuju Jl Lengkong, jalan beberapa ratus meter
melewati hotel Preanger dan Savoy Homann
Money Spent?
IDR 5 for angkot
IDR 5 for aqua



15.10
Jalan Braga

What's Here?
Its one of those streets you see in Paris...!!!
Disinilah letak Braga City Walk yang sepertinya sengaja dibuat untuk orang-orang spt IT Team yang butuh tempat duduk untuk mengistirahatkan kaki dan menghisap rokok, tanpa ditawari mau makan/minum apa... :-)
What Happened?
Sightseeing!!! Imam difoto lagi mau nyebrang diantara gedung2 tua, pas ada mobil peugeot yang lewat, kok suddenly we are in Paris ya???!! hahaha... Sempat hujan gerimis juga yang justru membuat suasananya menjadi lain.
Sayangnya seorang abang becak berusaha menipu kami, waktu kita tanya ke Jalan Progo naik angkot yang mana, dia bilang gak ada, klo mau naik taksi aja klo gak becak, akhirnya karena IT Team punya rasa curiga yang sangat besar, kita tanya sama supir angkot yang lagi nge-tem, eh taunya angkotnya ke arah sana... (deeuuggh bang becak...buaya mau dikadalin hahaha!)
How We Get Here?
We walked along the street and felt very sexy. Street painters, old shops, bakery with its aromatic freshly baked bread. Indeed, it's the Paris of Java.
Money Spent?
IDR O




16.00
Toko Coklat - Jl Cimanuk

What's Here?
Sesuai namanya, tempat ini menjual praline-praline lezat dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, dilengkapi area outdoor yang menjadi favorite IT Team. Desain bangunan yang tak terlalu besar ini sangat unik dan stand out dari area disekitarnya. A must-visit place when you're in Bandung
What Happened?
Tadinya kita pikir, well they sell chocolate, so what???. Kita order 4 buah praline berbeda rasa yang di recommend sama mbaknya dan tentunya hot chocolate!. Karena favorite gue dark chocolate, gue pesan Ganashe Rhum and I loooove it, coklatnya creamy cenderung setengah melt, sepertinya bila dimasukkan ke microwave selama 30detik, coklat ini bisa langsung lumer!...Shock dengan sensasi Ganashe Rhum, IT team makin terlena dengan variant coklat lainnya, yaitu Ganashe Mint, dan yang liquor-filled, Kirsch & Cointreau!
Abis itu kita foto2 lagi deh, berhubung bangunan bergaya kontemporer-modern-nya sangatlah unik.
How We Get Here?
Dari Braga, kita menyetop angkot, turun di mesjid Istiqomah, jalan sedikit kira-kira 100 meter.
Money Spent?
IDR 5 for angkot
IDR 51 for pralines & hot chocholate


17.25
Warung Bakso Lela - Jl Rancakendal 6

What's Here?
Sebuah 'warung bakmi' diatas bukit. Masuk kesini kita disambut dengan pendopo utama, jalan sedikit ada taman yang memisahkan dengan bangunan kedua, berupa pendopo juga yang terdiri dari 2 lantai. Rasanya seperti masuk ke Spice Garden dengan bonus tanaman-tanaman hidup, dan pemandangan dari atas bukit.
What Happened?
Entah kenapa tiba2 kami lapar, terngiang2 bakmi dan sop buntut yang sudah terkenal kemana-mana. Tentu saja tak lupa foto2!. IT Team memang memfavorite-kan tempat-tempat yang menawarkan nuansa etnik khas Indonesia. Rasanya tak pernah bosan melihat kursi kayu rotan, pendopo, gentong-gentong, patung wayang golek, dan tetumbuhan tropis yang menghiasinya
How We Get Here?
Ini dia yang seru, dari depan mesjid Istiqomah, kami menyetop angkot ke arah Dago. Sampe mentok pokoknya, sampai angkot itu tidak sanggup lagi menanjak, kemudian kami berganti Ojek! yup ojek termurah yang pernah IT Team naiki, karena untuk jarak sekitar 4 km, kami hanya membayar lima ribu rupiah saja!!! Lalu kami bertukar nomor telepon dengan Mang Boim Team supaya nanti menjemput kami lagi.
Money Spent?
IDR 5 for angkot
IDR 5 /pax for ojek Mang Boim
IDR 43 for Sop Buntut, Bakmi Ayam Jamur Bakso, Jeruk Nipis Hangat, Teh Manis.


18.20
Congo (near WaLe)

What's Here?
Resto, conference room, pool table, bar with extraordinary spot to enjoy Bandung view at night!
The place is huge!. Ada 2 bangunan, 3 lantai yang terdiri dari dining area dan conference room dan 1 lagi yang lebih casual dengan pool table & bar.
Perfect spot to capture Bandung breath-taking scenery at night
What Happened?
IT Team, sempat terdiam beberapa menit, lalu meraih ipod kami masing-masing memasang lagu-lagu mellow favorite kami masing2...tenaaang...hening...perfect!
How We Get Here?
Jalan Kaki dari Wale yang cukup menguras tenaga karena jalanannya naik turun kata Saya "Inilah hidup, kadang naik kadang turun, pada saat menanjak, kita ngos-ngos-an, tapi gak selamanya hidup itu ngos-ngosan ada saatnya jalanannya menurun, dan kita bisa berjalan dengan santai...jadi saat kita lagi dapat cobaan kita 'gak perlu takut, pasti ada ujung yang manis..."
Money Spent?
IDR 36 for Cream Soup, Hazelnut Coffee, and Hot Tea.


19.50
Toko You & Common Room

What's Here?
Bertempat di sekitar area R.S. St.Boromeus. Ada restoran terkenal yang menjual chinese food & home made cakes. Toko You bahkan pernah disebut-sebut dalam novel Cintapuccino.
Sementara CommonRoom adalah wadah bagi seniman muda Bandung sebagai tempat showcase ataupun menjadi venue acara-acara diskusi atau meeting acara-acara seni. Disini juga terdapat Tobucil yang bisa menjadi pilihan toko buku unik dengan koleksi yang cukup beragam
What Happened?
IT Team sangat letih disini, sehingga kami hanya mampir sebentar untuk bersiap-siap pulang. Pastinya Toko You akan kami kunjungi lagi, karena kami belum sempat mencicipi makanannya. Hehehe agak maksa nih kesini, karena perut udh kekenyangan banjettt...
How We Get Here?
Turun dari Congo dengan ojek Mang Boim, tinggal telpon dan dia akan datang, ongkosnya agak dilebihin ya...trus nyambung angkot Dago, turun di Boromeus
Money Spent?
IDR 16 for ojek
IDR 5 for angkot
IDR 27 for strawberry smoothies, aqua & coca cola

01.00
Terminal Kampung Rambutan - Jakarta

What Happened ?
Berhubung sudah lewat dari jam 9, dan IT Team tidak tahu lagi harus menghubungi travel agent yang mana (Cipaganti hanya melayani hingga jam 20.15), dan adrenalin kami mengatakan harus naik bus biasa yang gak pakai AC, akhirnya kami menumpang bus dari terminal leuwipanjang. Sayangnya gak ada bis yang non AC, damn! IT Team merasa terlalu manja!. Tapi mau gimana lagi, yang ada hanya bus ini yang hanya sampai terminal Kampung Rambutan. Setelah hampir 45 menit ngetem akhirnya bus berangkat ke Jakarta via Cipularang, setelah itu IT Team tewas selama hampir 2 jam.
Money Spent?
IDR 5 angkot to Tegalega
IDR 5 angkot to Leuwipanjang
IDR 35/pax Bus fare
IDR 60 cab fare to Klender
IDR 35 cab fare to Pondok Labu

The journey is the whole process itself

It's not about where you've been to, but HOW you get there...

See you in my next trip

...

Note : Date stamp on pictures supposed to be : 02/07/09

5 komentar:

0310 journey mengatakan...

waooooooowwwwwww....you guys are greattt...next time im innn dehhh..insyallah..muachh!

Trey Days mengatakan...

hehehe...bener yaahh... we are listing down domestic destinations niih...smua on a budget, kali aja bisa kyk trinity kan booow hehehe

Unknown mengatakan...

halow Trey!
Pengalamannya seru! Kami dari Mahanagari mau minta ijin, boleh gak kami muat tulisan ini di www.mahanagari.com. Trey bisa liat dulu konten web kami kok. Isinya tentang Bandung, kampanye Bandung ;) hehehe. Nanti akan kami muat linknya ke blog ini, Trey. Ditunggu ya jawabannya!
Nuhun yaaa

AbduL QaDir mengatakan...

Hi Trey Days,

saya dari Malaysia mau berwisata ke Bandung pada end of January next year. Mau sekali ke Warung Lela untuk yamien, tapi sukar ya? Pertamanya harus naik angkot ke Dago dahulu, kemudian dimana mau cari Ojek nya ya?

Mohon dibantu dengan maklumat :)

awi kuaci mengatakan...

trims banget Trey.
gue udah pesen tiket ke Bandung untuk perjalanan sabtu minggu ini. dan tulisan Lo nolong banget buat gue yang buta soal Bandung.
tulisan Lo buat jadi panduan idup Gue di Bandung. trims banget yaa :)